PAS Al-Qur'an Hadits SMP Muh. Al Mujahidin

Web Al-Qur'an Hadits


Mapel : Al-Qur'an Hadits Bab 3

Nama         : Muhammad Hanif Maulana Ariefi
No. Absen  : 18
Kelas         : 7B





Surat Al Fajr (Fajar)

Surat Al Fajr (Fajar) adalah surat ke-89 dalam Al Quran, terdiri dari 30 ayat, diturunkan di Mekkah.


  • 1
    وَالْفَجْرِۙDemi waktu fajar,
  • 2
    وَلَيَالٍ عَشْرٍۙdemi malam yang sepuluh,
  • 3
    وَّالشَّفْعِ وَالْوَتْرِۙdemi yang genap dan yang ganjil,
  • 4
    وَالَّيْلِ اِذَا يَسْرِۚdan demi malam apabila berlalu.
  • 5
    هَلْ فِيْ ذٰلِكَ قَسَمٌ لِّذِيْ حِجْرٍۗApakah pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh (orang) yang berakal?
  • 6
    اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍۖTidakkah engkau (Nabi Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) ‘Ad,
  • 7
    اِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِۖ(yaitu) penduduk Iram (ibu kota kaum ‘Ad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi
  • 8
    الَّتِيْ لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِى الْبِلَادِۖyang sebelumnya tidak pernah dibangun (suatu kota pun) seperti itu di negeri-negeri (lain)?
  • 9
    وَثَمُوْدَ الَّذِيْنَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِۖ(Tidakkah engkau perhatikan pula kaum) Samud yang memotong batu-batu besar di lembah
  • 10
    وَفِرْعَوْنَ ذِى الْاَوْتَادِۖdan Fir‘aun yang mempunyai pasak-pasak (bangunan yang besar)
  • 11
    الَّذِيْنَ طَغَوْا فِى الْبِلَادِۖyang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,
  • 12
    فَاَكْثَرُوْا فِيْهَا الْفَسَادَۖlalu banyak berbuat kerusakan di dalamnya (negeri itu),
  • 13
    فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍۖmaka Tuhanmu menimpakan cemeti azab (yang dahsyat) kepada mereka?
  • 14
    اِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِۗSesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.
  • 15
    فَاَمَّا الْاِنْسَانُ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ رَبُّهٗ فَاَكْرَمَهٗ وَنَعَّمَهٗۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَكْرَمَنِۗAdapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kenikmatan, berkatalah dia, “Tuhanku telah memuliakanku.”
  • 16
    وَاَمَّآ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهٗ ەۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَهَانَنِۚ.Sementara itu, apabila Dia mengujinya lalu membatasi rezekinya, berkatalah dia, “Tuhanku telah menghinaku.”
  • 17
    كَلَّا بَلْ لَّا تُكْرِمُوْنَ الْيَتِيْمَۙSekali-kali tidak! Sebaliknya, kamu tidak memuliakan anak yatim,
  • 18
    وَلَا تَحٰۤضُّوْنَ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۙtidak saling mengajak memberi makan orang miskin,
  • 19
    وَتَأْكُلُوْنَ التُّرَاثَ اَكْلًا لَّمًّاۙmemakan harta warisan dengan cara mencampurbaurkan (yang halal dan yang haram),
  • 20
    وَّتُحِبُّوْنَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّاۗ.dan mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan.
  • 21
    كَلَّآ اِذَا دُكَّتِ الْاَرْضُ دَكًّا دَكًّاۙJangan sekali-kali begitu! Apabila bumi diguncangkan berturut-turut (berbenturan),
  • 22
    وَّجَاۤءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّاۚTuhanmu datang, begitu pula para malaikat (yang datang) berbaris-baris,
  • 23
    وَجِايْۤءَ يَوْمَىِٕذٍۢ بِجَهَنَّمَۙ يَوْمَىِٕذٍ يَّتَذَكَّرُ الْاِنْسَانُ وَاَنّٰى لَهُ الذِّكْرٰىۗdan pada hari itu (neraka) Jahanam didatangkan, sadarlah manusia pada hari itu juga. Akan tetapi, bagaimana bisa kesadaran itu bermanfaat baginya?
  • 24
    يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ قَدَّمْتُ لِحَيَاتِيْۚ.Dia berkata, “Oh, seandainya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini!”
  • 25
    فَيَوْمَىِٕذٍ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهٗٓ اَحَدٌ ۙPada hari itu tidak ada seorang pun yang mampu mengazab (seadil) azab-Nya.
  • 26
    وَّلَا يُوْثِقُ وَثَاقَهٗٓ اَحَدٌ ۗTidak ada seorang pun juga yang mampu mengikat (sekuat) ikatan-Nya.
  • 27
    يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙWahai jiwa yang tenang,
  • 28
    ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚkembalilah kepada Tuhanmu dengan rida dan diridai.
  • 29
    فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ.Lalu, masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku
  • 30
    وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ ࣖࣖdan masuklah ke dalam surga-Ku!


Kelompok Ayat Surat Al-Fajr

AYAT 1-5

waktu-2 yang utama (fajar ganjil/genap 10 malam ) sepuluh malam di bulan dulhijah,malam 10 di bulan muharram

AYAT 6-14

kisah kaum diberi keutamaan (firaun)

AYAT 15

manusia bila di beri nikmat maka ia akan merasa di muliakan

AYAT 16-20

manusia bila di kurangi rezeki ia merasa di hinakan

AYAT 21-26

gambaran kiamat balasan bagi yang tidak beriman & penyesalan

AYAT 27-30

pangilan allah kepada "nafsu muthainah" untuk masuk surganya


Makna Q.S al-Fajr

Intisari Surat al-Fajr/89:1-30

1. Kaum yang berbuat kerusakan dan sewenang-wenang

Surat Al Fajr diawali dengan sumpah terhadap fajar dan malam kesepuluh. Beberapa riwayat mengatakan malam kesepuluh yang dimaksud dalam surat tersebut adalah bulan Dzulhijjah. Ada juga yang mengatakan sepuluh dari bulan Muharam, dan ada juga sepuluh dari bulan Ramadhan.

Ibnu Katsir, Ibnu 'Abbas, Ibnuz Zubair, Mujahid, dan orang-orang dari kalangan Salaf dan Khalaf mengartikan bahwa yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah waktu fajar pada hari raya kurban. Malam kesepuluh adalah sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah.

Pada ayat 6-14 menerangkan tentang tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh kaum-kaum terdahulu hingga mereka menerima azab Allah SWT. Mereka adalah kaum yang berbuat kehancuran di muka bumi. Adapun kaum yang disebutkan adalah kaum 'Aad, kaum Tsamud, dan kaum Fir'aun.

2. Perbuatan Manusia di Dunia

Masih dalam tafsir yang sama, Sayyid Quthb menjelaskan bahwa Al Quran periode Mekkah berbicara kepada manusia tentang segala bentuk kejahiliahan. Dalam ayat selanjutnya menerangkan tentang masalah kelapangan dan kesempitan rezeki. Harta dan kedudukan yang dimiliki menyebabkan orang menjadi serakah, tamak, dan kikir.

Pada bagian ini dijelaskan tentang perbuatan yang sudah menjadi hukum Allah SWT sebagaimana yang disebutkan di atas.

3. Penyesalan Hari Akhir

Setelah menjelaskan tentang kesalahan dalam memaknai ujian Allah SWT berupa kelapangan dan kesempitan rezeki, pada ayat 21-26 menerangkan tentang ancaman tentang hari pembalasan dan hakikatnya.

Ibnu Katsir menjelaskan, ayat tersebut memberitahukan tentang apa yang terjadi di hari Kiamat kelak. Di hari itu ada peristiwa dahsyat dan menyeramkan.Sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim, "Pada hari itu Neraka Jahannam akan dihadirkan, di mana Neraka ini mempunyai tali kekang 70.000 buah. Setiap tali kekang dipegang oleh 70.000 Malaikat, mereka menariknya." (HR. Muslim).

Sementara itu, menurut Sayyid Quthb surat tersebut diakhiri dengan jiwa muthmainnah. Yaitu jiwa yang beriman dari alam tertinggi. Merekalah golongan orang-orang yang akan masuk ke dalam surga-Nya.



Hanyalah Website Sederhana Yang Dibuat Oleh @Hanippp_ruwet,                                                    Kakean Harapan Marai Kelaran -Hnprwt